Rabu, 19 Maret 2014

PERALATAN PEMBUATAN PAKAN SEDERHANA



“Identifikasi Peralatan Pembuat Pakan Unggas”
A.  Tujuan:
Mengetahui peralatan yang digunakan dalam pembuatan pakan unggas beserta fungsinya
B.  Waktu dan Tempat
Dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Maret 2014 pukul 09.00 sampai selesai di Laboratorium bahan pakan Politeknik Negeri Jember
C.  Landasan Teori
Metode pengolahan pakan secara mekanik pada saat ini banyak diterapkan di Industri pakan unggas. Ayam merupakan ternak yang bersifat selektif terhadap pakan yaitu cenderung memilih bahan pakan yang disukai. Hal ini dapat dihindari dengan mengolah pakan menjadi bentuk yang mudah dikonsumsi dan disukai ayam, yaitu menjadi berbagai bentuk seperti mash, crumble dan pellet.
Proses pembuatan pakan terdiri dari; pemilihan bahan pakan, grinding, mixing, pelleting, crumbling dan bagging.
D.  Alat dan Bahan
o  Alat : Alat yang digunakan dalam praktikum yaitu alat tulis kantor (ATK), kamera serta peralatan pembuatan pakan.
o  Bahan       : -
E.   Langkah Kerja
1. Mengidentifikasi peralatan pembuatan pakan
2. Membuat laporan hasil identifikasi peralatan pembuatan pakan



F.   Hasil dan Pembahasan
Dari praktikum yang dilakukan dapat diidentifikasi beberapa peralatan yang digunakan dalam pembuatan pakan dengan mesin dimana peralatan pembuat pakan tersebut terdiri dari peralatan langsung dan tidak langsung.
Peralatan langsung dalam proses pembuatan pakan berupa:
a.    Discmill dan Hammer mill
Discmill dan Hammer mill merupakan alat yang digunakan pertama kali dalam proses pembuatan pakan. Fungsi Discmill dan Hammer mill Discmill sama digunakan untuk menggiling atau penghalus yang bisa digerakkan motor listrik atau motor bakar yang bahan bakarnya bisa berupa bensin atau solar. Tujuannya adalah untuk memperluas permukaan bahan pakan dan memperkecil ukuran partikel bahan pakan agar pada proses pencampuran  bahan dapat dihasilkan pakan yang homogen. Tetapi yang membedakan kedua alat ini yaitu kapasitas produksi. Hammer mill digunakan untuk kapasitas produksi yang lebih besar sedangkan Discmill untuk kapasitas produksi kecil.
Gambar 1. Discmill
b.    Mixer
Mixer merupakan alat yang digunakan untuk mencampur bahan pakan. Pencampuran bahan pakan tersebut dapat menggunakan berbagai macam mesin pencampur (mixer), yaitu mixer vertical maupun mixer horizontal.
1.   Mixer Vertical
Mixer vertical merupakan mesin pencampur pakan yang berbentuk vertical. Berikut ini kelebihan dan kelemahan dari mesin mixer vertical:
Ø  Kelebihan:
o  Kapasitas pencampuran lebih fleksibel
o  Memerlukan daya lebih kecil dan
o  Investasi lebih kecil 
Ø  Kelemahan:
o  Waktu pencampuran lama
o  Waktu pengisian lama
o  Waktu pengosongan lama 
Gambar 2. Mixer Verical
2.   Mixer Horizontal
Mixer horizontal merupakan mesin pengaduk dalam pengolahan bahan pakan berbentuk horizontal. Berikut kelebihan serta kelemahan dari mixer horizontal:
Ø  Kelebihan:
o   Mixing time relatif lebih singkat
o   Waktu Pengisian relatif cepat
o   Waktu pengosongan relatif cepat
o   Memungkinkan mencampur bahan pakan  cair  
Ø  Kelemahan:
o  Menempati ruangan yang lebih besar
o  Investasi lebih besar
o  Kapasitas pencampuran kurang
o  Fleksibel  (minimum  80% dari kapasitas)
Gambar 3. Mixer Horizontal
Perbandingan Mixer Horizontal dan Mixer Vertical
Spesifikasi
Horizontal
Vertical
Motor
10 Kw
4 Kw
Pencampuran
6 menit
15 menit
Kapasitas
10 ton
4 ton
Kw Per Ton
1Kw
1 Kw

c.    Pelleter
Pelleter merupakan mesin yang digunakan untuk membentuk bahan pakan yang dipadatkan sedemikian rupa dari bahan pakan dengan tujuan untuk mengurangi sifat keambaan pakan.
Pelleting meningkatkan kepadatan dan daya alir, mencegah pakan tercecer dan diterbangkan angin, serta meningkatkan konversi ransum.
Gambar 4 Pelleter

d.    Blower
Selama proses conditioning  terjadi peningkatan suhu dan kadar air dalam bahan sehingga perlu dilakukan pendinginan dan pengeringan. Proses pendinginan (cooling) merupakan proses penurunan temperatur pellet dengan menggunakan aliran udara sehingga pellet menjadi lebih kering dan keras. Proses ini meliputi pendinginan butiran-butiran pellet yang sudah terbentuk, agar kuat dan tidak mudah pecah. Pengeringan dan pendinginan dilakukan pada tahap ini untuk menghindarkan pellet itu dari serangan jamur selama penyimpanan.
Gambar 5.
Peralatan tidak langsung dalam pembuatan pakan unggas yaitu:
a.    Timbangan
Untuk menimbang bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.

Gambar 6. Timbangan
b.    Troli
Troli merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut bahan dan lain-lain
Description: C:\Users\Nana-ac milan\Pictures\Camera\20140311_100139.jpg
Gambar 7. Troli

c.    Mesin Jahit
Alat ini digunakan untuk menjahit karung yang telah berisi konsentrat agar konsentrat tidak tercecer dan tidak mudah rusak baik karena udara lembab maupun karena adanya gangguan serangga.
Description: C:\Users\Nana-ac milan\Pictures\Camera\20140311_100311.jpg
Gambar 8. Mesin Jahit Karung
d.    Pallet
Palet adalah fondasi struktural beban unit yang memungkinkan penanganan dan efisiensi penyimpanan.
Gambar 9. Pallet
DAFTAR PUSTAKA