“Identifikasi Peralatan
Pembuat Pakan Unggas”
A. Tujuan:
Mengetahui
peralatan yang digunakan dalam pembuatan pakan unggas beserta fungsinya
B. Waktu
dan Tempat
Dilaksanakan
pada hari Selasa, 11 Maret 2014 pukul 09.00 sampai selesai di Laboratorium
bahan pakan Politeknik Negeri Jember
C. Landasan
Teori
Metode
pengolahan pakan secara mekanik pada saat ini banyak diterapkan di Industri
pakan unggas. Ayam merupakan ternak yang bersifat selektif terhadap pakan yaitu
cenderung memilih bahan pakan yang disukai. Hal ini dapat dihindari dengan
mengolah pakan menjadi bentuk yang mudah dikonsumsi dan disukai ayam, yaitu
menjadi berbagai bentuk seperti mash, crumble dan pellet.
Proses
pembuatan pakan terdiri dari; pemilihan bahan pakan, grinding, mixing,
pelleting, crumbling dan bagging.
D. Alat
dan Bahan
o Alat : Alat yang digunakan dalam praktikum yaitu
alat tulis kantor (ATK), kamera serta peralatan pembuatan pakan.
o Bahan : -
E. Langkah
Kerja
1. Mengidentifikasi
peralatan pembuatan pakan
2. Membuat laporan hasil
identifikasi peralatan pembuatan pakan
F. Hasil
dan Pembahasan
Dari
praktikum yang dilakukan dapat diidentifikasi beberapa peralatan yang digunakan
dalam pembuatan pakan dengan mesin dimana peralatan pembuat pakan tersebut
terdiri dari peralatan langsung dan tidak langsung.
Peralatan langsung dalam
proses pembuatan pakan berupa:
a.
Discmill
dan Hammer mill
Discmill dan Hammer mill
merupakan alat yang digunakan pertama kali dalam proses pembuatan pakan. Fungsi
Discmill dan Hammer mill Discmill sama digunakan untuk menggiling atau
penghalus yang bisa digerakkan motor listrik atau motor bakar yang bahan
bakarnya bisa berupa bensin atau solar. Tujuannya adalah untuk memperluas
permukaan bahan pakan dan memperkecil ukuran partikel bahan pakan agar pada proses
pencampuran bahan dapat dihasilkan pakan
yang homogen. Tetapi yang membedakan kedua alat ini yaitu kapasitas produksi.
Hammer mill digunakan untuk kapasitas produksi yang lebih besar sedangkan
Discmill untuk kapasitas produksi kecil.

Gambar 1. Discmill
b.
Mixer
Mixer merupakan alat
yang digunakan untuk mencampur bahan pakan. Pencampuran bahan pakan tersebut
dapat menggunakan berbagai macam mesin pencampur (mixer), yaitu mixer vertical
maupun mixer horizontal.
1.
Mixer
Vertical
Mixer vertical merupakan
mesin pencampur pakan yang berbentuk vertical. Berikut ini kelebihan dan
kelemahan dari mesin mixer vertical:
Ø
Kelebihan:
o Kapasitas pencampuran lebih
fleksibel
o Memerlukan daya lebih
kecil dan
o Investasi lebih
kecil
Ø
Kelemahan:
o Waktu pencampuran lama
o Waktu pengisian lama
o Waktu pengosongan
lama

Gambar 2. Mixer Verical
2.
Mixer
Horizontal
Mixer horizontal
merupakan mesin pengaduk dalam pengolahan bahan pakan berbentuk horizontal.
Berikut kelebihan serta kelemahan dari mixer horizontal:
Ø
Kelebihan:
o
Mixing
time relatif lebih singkat
o
Waktu
Pengisian relatif cepat
o
Waktu
pengosongan relatif cepat
o
Memungkinkan
mencampur bahan pakan cair
Ø
Kelemahan:
o Menempati ruangan yang
lebih besar
o Investasi lebih besar
o Kapasitas pencampuran
kurang
o Fleksibel (minimum
80% dari kapasitas)

Gambar
3. Mixer Horizontal
Perbandingan
Mixer Horizontal dan Mixer Vertical
|
Spesifikasi
|
Horizontal
|
Vertical
|
|
Motor
|
10 Kw
|
4 Kw
|
|
Pencampuran
|
6 menit
|
15 menit
|
|
Kapasitas
|
10 ton
|
4 ton
|
|
Kw Per Ton
|
1Kw
|
1 Kw
|
c.
Pelleter
Pelleter merupakan mesin
yang digunakan untuk membentuk bahan pakan yang dipadatkan sedemikian rupa dari
bahan pakan dengan tujuan untuk mengurangi sifat keambaan pakan.
Pelleting meningkatkan
kepadatan dan daya alir, mencegah pakan tercecer dan diterbangkan angin, serta
meningkatkan konversi ransum.

Gambar 4 Pelleter
d.
Blower
Selama
proses conditioning terjadi peningkatan
suhu dan kadar air dalam bahan sehingga perlu dilakukan pendinginan dan
pengeringan. Proses pendinginan (cooling) merupakan proses penurunan temperatur
pellet dengan menggunakan aliran udara sehingga pellet menjadi lebih kering dan
keras. Proses ini meliputi pendinginan butiran-butiran pellet yang sudah
terbentuk, agar kuat dan tidak mudah pecah. Pengeringan dan pendinginan
dilakukan pada tahap ini untuk menghindarkan pellet itu dari serangan jamur
selama penyimpanan.

Gambar 5.
Peralatan
tidak langsung dalam pembuatan pakan unggas yaitu:
a.
Timbangan
Untuk
menimbang bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.

Gambar 6. Timbangan
b.
Troli
Troli
merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut bahan dan lain-lain

Gambar 7. Troli
c.
Mesin
Jahit
Alat
ini digunakan untuk menjahit karung yang telah berisi konsentrat agar
konsentrat tidak tercecer dan tidak mudah rusak baik karena udara lembab maupun
karena adanya gangguan serangga.

Gambar 8. Mesin Jahit Karung
d.
Pallet
Palet
adalah fondasi struktural beban unit yang memungkinkan penanganan dan efisiensi
penyimpanan.

Gambar 9. Pallet
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar